Vendredi Ou La Vie Sauvage Illustrations

Vendredi Ou La Vie Sauvage Illustrations

Open Preview

See a Problem?

Nosotros’d honey your aid. Let united states of america know what’s wrong with this preview of
Vendredi ou la vie sauvage
by Michel Tournier.

Thanks for telling us about the trouble.

Friend Reviews


To run across what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

 ·
ii,745 ratings
 ·
113 reviews
Start your review of

Vendredi ou la vie sauvage

Teguh


Sungguh ini novel adalah novel sederhana tetapi dalam bangat maknanya. Seorang lelaki dari kerani kapal pesiar yang kemudian terdampar di pulau terpencil, berjuang hidup dan berdamai dengan keadaan nelangsa. Biasa kan? Tetapi penulis benar-benar pandai memotret bagaimana psikologi seorang manusia baru yang hidup sendirian di pulau terpencil dengan aneka problematikanya. Saya sendiri tidak menyangka novel ini akan sedemikian dahsyatnya. Tidak ada konflik besar, hanya diri si tokoh dan pergulatan

Sungguh ini novel adalah novel sederhana tetapi dalam bangat maknanya. Seorang lelaki dari kerani kapal pesiar yang kemudian terdampar di pulau terpencil, berjuang hidup dan berdamai dengan keadaan nelangsa. Biasa kan? Tetapi penulis benar-benar pandai memotret bagaimana psikologi seorang manusia baru yang hidup sendirian di pulau terpencil dengan aneka problematikanya. Saya sendiri tidak menyangka novel ini akan sedemikian dahsyatnya. Tidak ada konflik besar, hanya diri si tokoh dan pergulatan batin yang dikemas dengan gaya jenaka sesekali satir.

Dikisahkan Robinson menjadi satu-satunya awak kapal
La Virginie
yang karam karena terempas badai besar di perairan lepas dengan Chili. Peristiwa itu membuat Robinson terdampar di pulau tak bertuan dan tak bernama. Hari pertama robinson habiskan dengan berkelana ke penjuru pulau tersebut. Pertemuan pertama dengan kambing hutan yang dikisahka keheranan melihat Robinson, sebentuk makhluk asing di pulau tersebut.
Rupanya dia berada di sebuah pulau tak berpenduduk. Kini dia tahu mengapa kambing jantan yang dibunuhnya tadi terpukau tak bergerak. Binatang-binatang buas yang belum pernah melihat manusia tak akan berlari mendekat. Sebaliknya mereka akan mengamati dengan penuh rasa ingin tahu.
Pulau tersebut kemudian dinamainya dengan
PULAU SPERANZA.

Robinson –dalam pembacaan saya– digamabrkan dengan lelaki yang selalu berpikir positif. Bahkan saat menemukan dirinya seorang saja di pulau tak bernama itu, dia justru berkata bahwa
Bukankah itu lebih baik daripada bila pulau itu dihuni kanibal?
Sungguh sikap yang positif atas kejadian luar biasa, yang sangat mungkin membuat orang selain Robinson akan mati dicekam rasa takutnya sendiri. Robinson harus melanjutkan hidup dengan sesekali berpikir bagaimana keluar. Dalam masa itu pula, Robinson menyaksikan keliaran pulau tersebut. Burung nazar yang sering berkoak di atas kepala, kelelawar pengisap darah anak kambing yang bisa semalam membunuh kambing, gurita dengan kemampuan menyemprotkan air luar biasa, juga nyamuk-nyamuk yang luar biasa. Robinson kerap menghabiskan malam di gua. Atau sesekali meniru cara babi liar melepas penat, dengan menceburkan diri ke dalam kubangan lumpur liat.

Robinson merasakan putus asa pertama kali saat dia berhasil membuat kapal yang kemudian dinamai
L’Evasion, tetapi tak bisa melepaskan ke lautan, karena dirinya terlalu lemah membawa kapal yang beratnya tak primary-chief itu. Maka dimulailah kisah Robinson memulai kehidupan manusia di pulau SPeranza seorang diri.

Robinson mulai memerangkap kambing betina untuk diperah susu dan dagingnya, bertani dengan menebarkan sisa gandum, juwawut yang ditemukannya di bangkai kapalnya terdahulu, menemukan cara membunuh tikus-tikus raksasa yang merusak persediaan gandum, juga membuat rumah pohon, dan benteng saat Robinson menemukan pulau tersebut menjadi pulau dimana suku-suku Indian yang terkenal kanibal membunuh korban untuk dijadikan tumbal kepada dewa.

Popular:   Mot De La Même Famille Que Ami

Selama itu pula, Robinson mengalami kesepian akut. Dikisahkan Robinson kehilangan kecapakan untuk berbicara, mengenali waktu, dan merasa dirinya kesepian. Hingga muncul Tenn, anjing yang dahulu ada di kapal. Semenjak Ada Tenn, Robinson tak lagi bercakap-cakap dengan pohon, batu, dan kambing.

Hingga suatu saat,, Robinson menyaksikan upacara persembahan lagi oleh suku indian. Tetapi sayang, korban itu melarikan diri ke dalam pulau dan tidak ditemukan. Maka Robinson menjadikan suku indian yang kabur tersebut sebagai kawan dan dinamainya,
Vendredi
(hari jumat). Tetapi kemudian Robinson menjadi sedikit liar. Naluri orang AMerikannya kembali mencuat….

Dia sebagai pemilik pulau dan Vendredi sebagai budak dan pesuruh segalanya. Disini saya bisa membayangkan bagaimana manusia-manusia pertama di muka bumi menjadi saling menindas. Merasa sebagai makhluk dengan martabat lebih tinggi karena Vendredi bertelanjang, tidak berbahasa seperti bahasanya, maka berhak “menindas”. Meski sebenarnya tindakan Robinson didasari atas pelampiasan kesepian dan Vendredi rela bebruat demikian karena merasa telah diselamatkan dari kematian.

Ironi…. Ya demikianlah kisah ini dirajut. Ironi selanjutnya adalah saat Vendredi meledakkan semua bahan mesiu dan membuat status mereka setara. Robinson kembali tak memiliki apa-aoap sebagaimana Vendredi. Dan karena kebebasan itulah, Robinson dan Vendredi merasa lebih bahagia.

Tetapi guncangan kemudian muncul saat ada kapal pesiar besar bernama Whitebird yang menghampiri mereka. Menjamu mereka dengan hidangan ala manusia layak. Namun Robinson sadar bahwa kehadiran Whitebird justru telah merusak pulaunya. Membawa bahan-bahan yang bisa dimakan, menangkap beberapa kambing, merusak padang rumput, dan membawa simpanan keping emas Robinson.

Apa yang terjadi setelahnya? Iiisssh, satir dan ironi sekali. Catastrophe jenaka justru membuat kita kembali sadar bahwa hidup memang sekadar menertawakan kesialan-kesialan selanjutnya. APalagi Vendredi dan kemudian ada tokoh baru bernama
Jean Neljapev
yang diberi nama oleh Robinson
Dimanche, hari minggu.

Seru dan sekaligus membuat kita menakar nilai kemanusiaan kita…


…more than

cindy


Lebih enak baca buku ini kalau sdh familier dengan cerita Robinson Crusoe, krn bisa dibilang ini versi alternatifnya. Aku sendiri blm bisa menamatkan cerita itu, meski sdh skimming n skipping plus nonton filmnya.

Robinson di novel ini menurutku lbh beradaptasi dng lingkungannya dan lebih bisa ditoleransi cara pikirnya. Si Jumat jg lebih konyol dan easy going.

Cara penuturan yg singkat2 tiap bab membuatnya jd lebih mudah dibaca, mengingat sesungguhnya novel ini adalah novel petualangan anak2. End


Lebih enak baca buku ini kalau sdh familier dengan cerita Robinson Crusoe, krn bisa dibilang ini versi alternatifnya. Aku sendiri blm bisa menamatkan cerita itu, meski sdh skimming north skipping plus nonton filmnya.

Robinson di novel ini menurutku lbh beradaptasi dng lingkungannya dan lebih bisa ditoleransi cara pikirnya. Si Jumat jg lebih konyol dan easy going.

Cara penuturan yg singkat2 tiap bab membuatnya jd lebih mudah dibaca, mengingat sesungguhnya novel ini adalah novel petualangan anak2. Ending yg berbeda lbh menegaskan versi alternatif ini.


…more

Niskala


Buku ini menggambarkan bagaimana manusia berhadapan dengan kesendirian, terdampar di pulau seorang diri. Bagaimana pergolakan kejiwaannya untuk bisa tetap hidup dan tetap waras.

Bagaimana manusia begitu membutuhkan orang lain, membutuhkan orang lain untuk diajak bicara, membutuhkan teman. Bagaimana alam mengajarkan manusia untuk bisa menikmati hidup, menghargai satu sama lain.

Buku yang menyenangkan untuk dibaca, lucu, dan sekaligus menampar cara kita dalam menjalani hidup dalam bermasyarakat.

Yuniar Ardhist


Karya terbit 1971 ini diterjemahkan ke bahasa Indonesia awalnya sebagai kuliah Latihan Menerjemahkan oleh mahasiswa D4 sastra Perancis UI tahun 1989. Dalam satu semester, telah menerjemahkan 50%, sisanya dilakukan sendiri oleh Ida Sundari Husen. Penerbit sebelumnya adalah Dunia Pustaka Jaya (1992), selanjutnya @penerbitkpg (2016).

Popular:   A Pied a Cheval en Voiture

Suksesnya Alexandre Selcraig, yang terdampar di Pulau Mas a Tierra di lautan Pasifik pada 1703 dan hidup di pulau tersebut bertahun-tahun hingga diselamatkan kapal Ingg


Karya terbit 1971 ini diterjemahkan ke bahasa Indonesia awalnya sebagai kuliah Latihan Menerjemahkan oleh mahasiswa D4 sastra Perancis UI tahun 1989. Dalam satu semester, telah menerjemahkan 50%, sisanya dilakukan sendiri oleh Ida Sundari Husen. Penerbit sebelumnya adalah Dunia Pustaka Jaya (1992), selanjutnya @penerbitkpg (2016).

Suksesnya Alexandre Selcraig, yang terdampar di Pulau Mas a Tierra di lautan Pasifik pada 1703 dan hidup di pulau tersebut bertahun-tahun hingga diselamatkan kapal Inggris, memberi inspirasi banyak pengarang.

“Lord of the Flies” (William Golding), “The Coral Isle and a Tale of the Pasific Ocean” (R.M. Ballantynes), “L’llemyteriuese” (Jules Verne), motion-picture show “Robinson Crusoe” (Daniel Defoe), dan Tom Hanks dalam “Cast Away” adalah contoh-contoh karya yang menyematkan tema petualangan sejenis : terdampar di pulau tak berpenghuni, dan upayanya bertahan hidup.

Ada dua tokoh utama yang muncul di novel ini : Robinson dan Vendredi. Robinson, perwakilan dunia modern yang beradab, terdampar, dan terpaksa bertahan hidup di pulau. Vendredi, anggota sebuah suku, akan dibunuh, diselamatkan Robinson, mewakili dunia ‘tanpa peradaban’ tapi penuh kebebasan.

Inti ceritanya tidak mengambil fokus pada kesulitan bertahan hidup, tapi interaksi kedua orang dari dunia berbeda ini yang seringkali tampak lucu.

Pulau subur ini diolah Robinson hingga menghasilkan sistem yang baik, termasuk membuat aturan selayaknya negara, dan mengangkat dirinya sebagai Jenderal.

Vendredi datang dari dunia sebaliknya merasa heran, untuk apa semua aturan itu. Ia hidup santai, tanpa visi misi. Hanya utang budi pada Robinson yang membuatnya tahu diri untuk memosisikan di bawah perintah Robinson.

Persilangan dua dunia berbeda dimulai, ketika seluruh hasil kerja keras Robinson hancur karena keingintahuan dan kepolosan Vendredi. Robinson kecewa tapi lantas merasa hidup bebas seperti Vendredi sangat menyenangkan. Bahkan ia rela tidak diselamatkan dan tinggal di pulau selamanya. Vendredi sebaliknya, takjub melihat kebaruan dan kecanggihan. Ia ingin menuju dunia ‘beradab’ itu. Tanpa tahu betapa mengerikannya manusia di sana.

Endingnya? Keren.


…more

Heru Prasetio


“Jika orang-orang jahat mengetahui keuntungan yang diperoleh dari kebenaran, mereka akan menjadi orang baik-baik berkat kejahatan mereka.” -Hal. 48-

“Dari buku ini, kita dapat pengetahuan baru bagaimana caranya survive jikalau terdampar di pulau asing tak berpenghuni. Berdamai dengan alam sekitar, membuat tatanan baru dan manajemen pergolakan batin sebaik mungkin agar tidak gila karena kesendirian. Ada penambahan tokoh baru di bagian tengah, membuat suasana makin hidup dan penuh gelak tawa serta


“Jika orang-orang jahat mengetahui keuntungan yang diperoleh dari kebenaran, mereka akan menjadi orang baik-baik berkat kejahatan mereka.” -Hal. 48-

“Dari buku ini, kita dapat pengetahuan baru bagaimana caranya survive jikalau terdampar di pulau asing tak berpenghuni. Berdamai dengan alam sekitar, membuat tatanan baru dan manajemen pergolakan batin sebaik mungkin agar tidak gila karena kesendirian. Ada penambahan tokoh baru di bagian tengah, membuat suasana makin hidup dan penuh gelak tawa serta persepsi berbeda akan makna hidup. Jalan cerita di novelet ini runut dan dapat dibaca sekali duduk. Petualangan yang disajikan begitu ciamik dengan ending berbeda namun tegas dan aku suka.”


…more

May


Wow! Saya terkesima. Bagaimana bisa saya menamatkan buku ini hanya dengan sekali baca, tak ada jeda waktu. Ceritanya benar-benar menarik. Kisah seorang Robinson yang ‘tersesat’ di pulau, hidup sendirian, mengatur semuanya sendiri, membangun rumah, kemudian sampailah satu hari ia bertemu teman baru.

Mereka hidup berdua dengan kisah seru setiap hari..

Popular:   Svt 4ème Schéma Fonctionnel Du Déclenchement De La Puberté

Barangkali cerita-cerita begini banyak versinya. Adanya yang sama seperti film ‘the life of pie’. Tapi dibaca versi cerita Michel Tournier juga tent


Wow! Saya terkesima. Bagaimana bisa saya menamatkan buku ini hanya dengan sekali baca, tak ada jeda waktu. Ceritanya benar-benar menarik. Kisah seorang Robinson yang ‘tersesat’ di pulau, hidup sendirian, mengatur semuanya sendiri, membangun rumah, kemudian sampailah satu hari ia bertemu teman baru.

Mereka hidup berdua dengan kisah seru setiap hari..

Barangkali cerita-cerita begini banyak versinya. Adanya yang sama seperti picture ‘the life of pie’. Tapi dibaca versi cerita Michel Tournier juga tentu tak kurang menariknya.


…more

reyn


Saya membaca buku ini ketika di pesawat. Tempat duduk saya di samping jendela, di situ saya bisa melihat beberapa pulau kecil dikelilingi laut yang warnanya putih, biru muda, lalu biru tua. Saya membayangkan Speranza, pulau milik Robinson dan Vendredi, mungkin serupa salah satu pulau itu. Kalaupun saya terdampar di pulau seperti Robinson, maka yang pertama-tama harus kulakukan adalah menyerahkan diri pada keliaran pulau. Bukan membentuk pulau menjadi seperti peradaban yg kuhuni. Serius!

novi a. puspita


three.five/5

“Kau lihat,” Vendredi menerangkan, “memakai senapan adalah cara yang paling tidak lucu untuk membakar obat mesiu. Dengan disekap dalam senapan, obat itu mendesing dan menjadi jahat. Dengan dibebaskan, ia cantik dan tidak berbunyi.”


3.five/v

“Kau lihat,” Vendredi menerangkan, “memakai senapan adalah cara yang paling tidak lucu untuk membakar obat mesiu. Dengan disekap dalam senapan, obat itu mendesing dan menjadi jahat. Dengan dibebaskan, ia cantik dan tidak berbunyi.”


…more

Ahmad


Cerita sederhana yang mengagumkan.

Tike Yung


Lumayan, dapat pengetahuan baru bagaimana caranya bertahan hidup di pulau tak berpenghuni.

Evyta Ar


suka dengan versi Robinson Crusoe yang ini. enak dibaca dan diikuti pergolakan kejiwaannya. trus endingnya suka, sesuai harapan haha

review lengkap nyusul.


Indah Threez Lestari


804 – 2016

Versi alternatif Robinson Crusoe, yang memilih untuk tidak kembali ke peradaban yang menurut penilaiannya ternyata lebih tidak beradab dibandingkan dengan kehidupannya yang sederhana di pulau liar. Di buku ini pun, Crusoe lebih simpatik ketimbang versi aslinya.


Michel Tournier was a French writer.

His works are highly considered and have won important awards such equally the M Prix du roman de l’Académie française in 1967 for Vendredi ou les limbes du Pacifique. and the Prix Goncourt for Le Roi des aulnes in 1970. His works dwell on the fantastic, his inspirations including traditional German culture, Catholicism, and the philosophies of Gaston Bachelard.


Michel Tournier was a French writer.

His works are highly considered and have won important awards such equally the Grand Prix du roman de fifty’Académie française in 1967 for Vendredi ou les limbes du Pacifique. and the Prix Goncourt for Le Roi des aulnes in 1970. His works dwell on the fantastic, his inspirations including traditional High german culture, Catholicism, and the philosophies of Gaston Bachelard. He lived in Choisel and was a member of the Académie Goncourt. His autobiography has been translated and published equally The Wind Spirit (Beacon Press, 1988).


…more than

Related Articles

Mahogany L. Browne is the author of Chlorine Heaven, Woke: A Young Poets Call to Justice, Woke Baby, and Black Girl Magic. She’s likewise the…

Welcome dorsum. Only a moment while we sign y’all in to your Goodreads account.

Login animation

Vendredi Ou La Vie Sauvage Illustrations

Source: https://www.goodreads.com/id/book/show/300406.Vendredi_ou_la_vie_sauvage

Ce site utilise des cookies pour améliorer la convivialité. Vous acceptez en utilisant le site Web plus loin.

Politique de confidentialité des cookies

Contact Us